3 Makanan Berbahaya Yang Perlu Keahlian Khusus Dalam Memasak


Berikut 3 makanan berbahaya perlu keahlian khusus dalam memasak

Berikut 3 makanan berbahaya perlu keahlian khusus dalam memasak

Berikut 3 makanan berbahaya perlu keahlian khusus dalam memasak – Beberapa makanan dari hewan ini sangat berbahaya untuk dimakan. Tetapi karena rasanya yang lezat, sebagian orang masih nekat memakannya, meskipun nyawa taruhannya. Ada juga pecinta kuliner ekstrem yang sengaja mencarinya sekadar untuk mendapatkan sensasi petualangan kuliner yang berbeda. Misalnya Ada masakan ikan fugu dari Jepang yang mungkin sudah pernah Anda dengar sebelumnya. Berikut makanan yang perlu keahlian dalam memasak.

Sannakji, Korea

Makanan ini termasuk sajian dari ikan mentah yang populer di Korea. Sannakji adalah sejenis gurita yang dimakan dalam keadaan hidup. Untuk menyajikannya gurita tinggal dipotong-potong lalu dibubuhi wijen. Karena gurita tersebut masih hidup, tentakelnya masih aktif bergerak bahkan saat dimakan. Memakan sannakji membutuhkan teknik tertentu. Karena jika tidak dikonsumsi dengan benar tentakelnya bisa tersangkut di tenggorokan. Dan mengisap dinding tenggorokan, membuat orang yang memakannya mengalami sesak napas. Sekadar informasi, setidaknya enam orang Korea meninggal setiap tahunnya karena tersedak Sannakji.

Ikan Fugu, Jepang

Ikan yang bisa menggembungkan badannya untuk mempertahankan diri dari bahaya ini menyimpan racun bernama tetrodotoxin. Yang dapat melumpuhkan otot dan mengakibatkan gangguan pernapasan. Meskipun dalam dosis kecil, racun ini bisa mengantarkan Anda kepada kematian. Racun ini tidak ada penawarnya. Tetapi daging ikan yang satu ini justru menjadi hidangan mewah di Jepang. Uniknya para koki yang menyiapkan hidangan dari ikan fugu harus menempuh ujian khusus dan mendapatkan sertifikat.

Lutefisk, Norwegia

Dalam bahasa Skandinavia, lutefisk secara harfiah artinya ‘ikan lye’. Intinya lutefisk adalah ikan yang disiram dengan lye, sejenis soda bercitarasa tajam. Dibuat dari ikan cod yang diasap atau diasinkan. Kemudian direndam dalam lye atau air selama beberapa hari sampai dagingnya mengembang dan lunak seperti agar-agar. Pada titik ini ikan memiliki Ph antara 11 dan 12, yang berarti berbahaya untuk dimakan. Tetapi dengan pengolahan lebih lanjut lutefisk relatif aman untuk dimakan.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
2
hate
confused confused
6
confused
fail fail
4
fail
fun fun
4
fun
geeky geeky
3
geeky
love love
1
love
lol lol
2
lol
omg omg
6
omg
win win
4
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *