Isi Ulang Daya Baterai Ponsel Paling Unik


Berikut adalah cara mengisi baterai ponsel paling unik

Berikut adalah cara mengisi baterai ponsel paling unik

Berikut adalah cara mengisi baterai ponsel paling unik – Mengisi ulang daya baterai ponsel selain menggunakan tenaga listrik tentunya. Penggunaan power bank yang kini sedang tren bisa menjadi solusi untuk mengisi ulang baterai ponsel saat sedang ‘sekarat’ dan sulit menemukan sumber listrik. Namun tahukah agan, ada beberapa cara lain yang bisa menjadi alternatif dalam mengisi baterai ponsel dengan unik.

Charger Kompor PowerPot

Alat pengisi ulang baterai ponsel yang satu ini ditujukan bagi mereka yang suka kegiatan luar ruangan salah satunya berkemah. Cara kerja PowerPot sangat sederhana karena hanya menggunakan kompor buatan studio Brooklyn. Sebuah generator thermoelectric disematkan dalam panci yang juga bisa digunakan untuk memasak. Sebuah slot USB terletak di bagian bawah kompor dan bisa menghasilkan listrik sebesar 5 – 10 watt. PowerPot tengah mengumpulkan dukungan untuk memasuki proses produksi massal dan dipasarkan seharga US $ 149.

Charger yang Bersumber Dari Panas Tubuh

Cara unik charger ponsel ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Inggris Vodafone baru-baru ini berkerjasama dengan sejumlah ilmuwan dari University of Southhampton. Charger yang bernama The Power Pocket Charger ini juga hadir dengan desain yang sangat unik, yaitu berupa sebuah saku celana dan kantong tidur (sleeping bag). Saku celana dan kantong tidur terbuat dari sebuah bahan termokopel yang merupakan bahan termoelektrik yang sangat fleksibel. Tentu sangat efektif menghantarkan panas. Cara kerjanya hanya dengan memanfaatkan suhu panas tubuh pengguna yang dialirkan melalui lapisan dalam termokopel saku celana atau kantong tidur. Kemudian mengubahnya menjadi tenaga listrik yang digunakan untuk mengisi ulang daya baterai.

SolePower, Ngecas dengan Berjalan Kaki

Proyek inovatif yang dikampanyekan melalui situs Kickstarter ini dinamakan dengan SolePower. Hasil riset dua mahasiswa teknik bernama Matthew Staton dan Hana Alexander dari Carniege Mellon University, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Awalnya kedua mahasiswa merancang SolePower hanya untuk menyalakan LED pada bagian bawah sepatu sebagai senter. Namun, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengembangkan SolePower untuk kebutuhan yang lebih luas.

Sol khusus yang digunakan di dalam sepatu akan menangkap energi kinetik dan menyimpannya dalam cadangan baterai eksternal. Dengan memanfaatkan setiap langkah pengguna sekitar 2,5 mil atau 4km untuk mengisi baterai ponsel berkapasitas 2.100 mAh.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
4
hate
confused confused
1
confused
fail fail
6
fail
fun fun
5
fun
geeky geeky
4
geeky
love love
2
love
lol lol
3
lol
omg omg
1
omg
win win
6
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *