Lewat ke baris perkakas
Berikut adalah tradisi paling menarik sekaligus unik di Indonesia

Berikut adalah tradisi paling menarik sekaligus unik di Indonesia

Berikut adalah tradisi paling menarik sekaligus unik di Indonesia – Tidak mengenal budaya dan tradisi unik asli Indonesia, maka kamu belum lulus cinta tanah air. budaya-budaya unik yang hanya ada di Indonesia sangat beragam. Setelah mengenal, kamu harus bisa mewartakannya kepada dunia, agar semakin banyak orang mengenal betapa indah dan beragamnya budaya di Indonesia tercinta. Coba sesekali kamu perhatikan dan rangkum berbagai budaya yang ada di tempat tinggalmu. Kamu akan dibuat kagum oleh unik dan beragamnya budaya Indonesia. Lalu, budaya-budaya apa saja yang paling unik di Indonesia? Berikut kita ulas.

Tradisi Mangongkal Holi – Sumatera Utara

Mangongkal Holi adalah salah satu tradisi Batak yang masih dilestarikan oleh sebagian etnis Batak sampai saat ini.

“Mangongkal” dalam bahasa Indonesia artinya menggali, sedangkan “Holi” artinya tulang, sehingga mangongkal holi adalah menggali tulang – dalam hal ini menggali kuburan manusia untuk memindahkan tulang orang yang sudah lama meninggal dunia ke kuburan baru.

Menurut kepercayaan, orang yang telah meninggal dunia, maka bukanlah “tiada” melainkan mereka menuju ke proses yang sempurna di alam keabadian dan berkumpul dengan arwah satu keluarga. Sehingga dengan adanya kepercayaan yang telah turun temurun, maka etnis Batak pun melakukan prosesi upacara Mangongkal Holi.

Ritual Tiwah – Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah terdapat tradisi khusus yang dilakukan untuk orang yang sudah lama meninggal. Upacara Tiwah ini biasa dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung. Ritual ini bertujuan untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu ritual unik ini juga bertujuan untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan.

Tradisi Nganggung – Bangka Belitung

Adat Nganggung, adalah tradisi masyarakat Kabupaten Bangka. Yaitu setiap keluarga membawa 1 dulang dengan isi berbagai penganan yang tertutup tudung saji. Karena setiap keluarga membawa dulang, maka adat Nganggung juga disebut dengan adat Sepintu Sedulang. Nama Sepintu Sedulang kemudian menjadi nama lain dari kabupaten Bangka, yakni bumi Sepintu Sedulang.

Sepintu Sedulang digelar pada saat perayaan hari – hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Miraj, menyambut tamu penting, maupun jika ada warga kampung yang meninggal dunia. Warga masyrakat akan membawa dulang berisi penganan ke masjid untuk memperingati meninggalnya keluarga mereka pada saat 3 hari, 7 hari, 25 hari, 40 hari, dan 100 hari.

Comments

comments

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *