5 Tradisi Paling Aneh Suku-Suku Di Dunia


Berikut Ini 5 Tradisi Paling Aneh Suku-Suku Di Dunia

Berikut Ini 5 Tradisi Paling Aneh Suku-Suku Di Dunia

Berikut Ini 5 Tradisi Paling Aneh Suku-Suku Di Dunia – Suku-suku berikut ini terlihat aneh, namun itu adalah tradisi menarik. Seperti tradisi merubah tubuh suku-suku di Dunia ini meruncingkan Gigi, memperpanjang telinga, Bibir Piring, Gelang leher jerapah dan Tambal Hidung. Itu adalah kecantikan bagi suku mereka. Itulah mengapa modifikasi tubuh ini lebih banyak dilakukan oleh wanita daripada pria. Tapi apapun mode modifikasi tubuh saat ini, semua itu telah dilakukan sebelumnya oleh suku-suku di seluruh dunia, seringkali selama ratusan tahun.

Suku Apatani

Arunachal Pradesh, salah satu dari Seven Sister, di timur laut India yang adalah daerah terpencil namun kaya akan budaya budaya suku. Tradisi tradisi disana masih melekat dalam kehidupan sehari-hari saat ini. Salah satu suku yang paling menarik adalah Apatani. Suku Apatani tinggal di lembah Ziro di negara bagian Arunachal Pradesh di India timur laut. Wanita-wanita suku Apatani dianggap adalah wanita-wanita paling cantik di antara suku Arunachal. Sampai begitu cantiknya, sehingga mereka harus membuat diri mereka terlihat tidak menarik sebagai perlindungan dari suku suku lain yang memperebutkan mereka. Oleh karena itu, wanita Apatani memakai colokan kayu besar di hidung mereka, namun tradisi ini tidak lagi dilakukan oleh generasi muda mereka. Saat ini suku apatani berjumlah sekitar 26.000.

Suku Kayan

Suku Kayan adalah etnis Tibet-Burman yang minoritas di Myanmar dan terkenal dengan kumparan kuningan yang perempuan suku tersebut pakai di leher mereka. Memperpanjang mereka untuk proporsi yang tidak biasa. Karena konflik dengan rezim militer, suku Kayan banyak meninggalkan Myanmar di akhir 1980-an dan awal 1990-an dan hijrah ke Thailand. di mana leher panjang perempuan Kayan telah menjadi obyek wisata. Kumparan/Gelang kuningan ditempatkan di sekitar leher anak perempuan ketika mereka berusia sekitar lima tahun. Setiap kumparan kemudian diganti dengan yang lebih panjang. Leher sebenarnya tidak diperpanjang, namun lebih karena berat kumparan kuningan mendorong tulang selangka turun dan menekan tulang rusuk. Setelah dipakaikan di leher. Kumparan tidak akan dilepas kecuali jika tiba saatnya untuk menggantinya dengan yang lebih panjang.

Suku Rikbaktsa

Rikbaktsa adalah kelompok etnis yang hidup di hutan hujan Amazon Brasil wilayah Mato Grosso. Mereka juga kadang-kadang disebut Orelhas de Pau (Telinga kayu) karena kebiasaan pria suku itu memakai kepingan kayu di telinga mereka agar memanjang. Pemuda pemuda tanggung Rikbaktsa akan menindik telinga mereka selama perayaan ritual pada usia 14 atau 15 tahun ketika mereka mampu berburu hewan besar dan tahu tentang upacara-upacara tradisional. Ritual ini menandai transisi pemuda itu menjadi dewasa dan kelayakan untuk menikah dengan mengganti nama mereka saat kecil menjadi nama dewasa yang baru. Suku Rikbaktsa saat ini hanya memiliki 909 anggota dan ritual perpanjangan telinga tidak diikuti lagi di kalangan pria muda.

Suku Mursi

Suku Mursi atau Murzu adalah penggembala ternak yang hidup nomaden di Ethiopia dekat dengan perbatasan Sudan. salah satu daerah di negara itu yang paling terisolasi. Populasi suku Mursi saat ini diperkirakan 6000 samapai 10.000. Para wanita suku mursi mengenakan piring yang dipakaikan pada bibir bawah mulutnya. Pemakaian piring ini adalah sebagai tanda bagi daya tahan, kedewasaan dan kecantikan diantara wanita suku mursi. Semakin besar dan indah piring yang terselip di bibir, maka wanita tersebut semakin tinggi staminanya, semakin kaya dan semakin cantik. Bagaimana mereka makan dengan bibir seperti itu? Yang jelas di suku ini mungkin tidak mengenal cium bibir.



Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
6
hate
confused confused
3
confused
fail fail
1
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
6
geeky
love love
4
love
lol lol
5
lol
omg omg
3
omg
win win
1
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *