Mencegah Animea di Usia Remaja


Cara Mencengah Anemia pada Usia Remaja Perempuan

Cara Mencengah Anemia pada Usia Remaja Perempuan – Remaja menjadi fase dimana aktivitas remaja menjadi padat karena remaja mulai banyak mengeksplorasi kemampuan diri. Tidak hanya aktivitas akademis selama disekolah, tak jarang aktivitas luar ruangan juga menarik minat banyak remajazaman now. Padatnya aktivitas harian remaja tersebut umumnya kerap dianggap sepele dan tidak diimbangi dengan asupan gizi yang baik. Kondisi inilah yang menyebabkan remaja cenderung mengalami masalah kesehatan.

Rasa lelah dan lemah kerap disepelekan bahkan dianggap biasa. Padahal ini bisa jadi gejala anemia. Anemia merupakan kondisi rendahnya jumlah sel darah merah atau hemoglobin. Padahal hemoglobin bertugas untuk mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh organ tubuh. Rasa lelah dan lemah timbul karena organ tubuh tak mendapat asupan oksigen yang cukup untuk berfungsi normal. 

Cara mengatasi anemia pun tergantung dari penyebabnya. Ada pula anemia yang disebabkan kurang asupan zat besi atau iron juga anemia yang muncul selama masa kehamilan. Namun, apapun bentuk anemianya, mencegah lebih baik dilakukan daripada mengobati. 

Cara pencegahan anemia pada remaja

1. Memastikan asupan makanan kaya zat besi tercukupi

Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan remaja untuk mencegah terjadinya anemia adalah dengan mengonsumsi bahan makanan tinggi zat besi. Mengapa?

Seperti yang telah disebutkan zat besi menjadi bahan baku penting pembentuk sel darah merah yang berperan sebagai alat distribusi untuk mengirim oksigen dan zat gizi siap serap dalam organ dan sistem tubuh.

Kekurangan zat besi berarti pembentukan sel darah merah menjadi tidak optimal.

Untuk itu para remaja harus memenuhi asupan gizi hariannya dengan memilih bahan makanan tinggi zat besi yaitu hati ayam atau sapi, telur dan kacang kedelai, daging merah dan sayuran berdaun hijau gelap sebagai bagian dari konsumi makanan harian, ya.

2. Menghindari konsumsi teh dan minuman berkafein setelah makan

Remaja seakan erat dengan kebiasaan ngemil atau jajan makanan dan minuman manis ya.

Sayangnya kebiasaan minum manis setelah makan, utamanya teh dan minuman berkafein, seperti kopi, minuman berenergi dan minuman cokelat, merupakan salah satu kebiasaan yang meningkatkan risiko anemia pada remaja, lho.

Ya, minuman menjadi hal yang harus diperhatikan remaja, utamanya saat mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi.

Minuman teh dan berkafein lainnya sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka waktu 2-3 jam setelah makan makanan tinggi zat besi, karena hal ini terbukti akan menggangu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Anda tentu tidak mau kan zat besi dalam makanan yang telah kita konsumsi jadi terbuang percuma?

3. Konsumsi suplemen zat besi dan vitamin C

Suplemen zat besi atau tablet tambah darah erat kaitannya dengan remaja putri, karena remaja putri mengalami fase menstruasi.

Suplemen zat besi sangat diajurkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk dikonsumsi remaja putri secara rutin dengan frekuensi satu kali dalam seminggu.

Hal ini akan mendukung pencegahan terjadinya anemia secara berkepanjangan, mengingat zat besi menjadi penting untuk kesehatan tubuh remaja putri dan merupakan poin penting persiapan kehamilan.

Selain itu, suplemen vitamin C dianjurkan dikonsumsi pada saat remaja putri mengalami menstruasi agar penyerapan zat besi lebih optimal dan mencegah imunitas tubuh menjadi rendah.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
3
hate
confused confused
0
confused
fail fail
5
fail
fun fun
4
fun
geeky geeky
4
geeky
love love
2
love
lol lol
2
lol
omg omg
0
omg
win win
5
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *