Efek minum air dingin untuk ibu hamil tidak berbahaya

Efek minum air dingin untuk ibu hamil tidak berbahaya

Efek minum air dingin untuk ibu hamil tidak berbahaya – Mitos beredar di kalangan ibu hamil, salah satunya perihal konsumsi minuman dingin yang dapat menyebabkan janin sakit. Lahir dengan ukuran dan berat di atas rata-rata, hingga terlepasnya plasenta pada rahim (solusio plasenta). Faktanya, hal tersebut belum terbukti secara ilmiah. Bayi sakit hingga solusio plasenta tidak dipengaruhi oleh konsumsi minuman dingin oleh ibu hamil. Selain itu, ukuran dan berat badan bayi erat hubungannya dengan faktor keturunan atau genetik. bayi lahir melebihi waktu perkiraan, obesitas pada ibu yang mengandung, riwayat melahirkan sebelumnya, atau sang ibu menderita diabetes gestasional. Mengutip Alodokter,┬ámengonsumsi minuman dingin justru dapat merangsang pergerakan bayi dalam kandungan. Hal tersebut bisa dilakukan apabila ibu khawatir karena tidak merasakan gerakan bayi dalam rahim.

Selain itu, minuman dingin juga membantu ibu hamil ketika mengalami kegerahan (hot flash) yang umum dialami oleh sebagian besar perempuan saat tengah mengandung. Mengonsumsi minuman dingin juga membantu ibu hamil agar tetap terhidrasi. Kekurangan cairan dapat menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi mulai dari yang ringan hingga parah. Dehidrasi pada ibu hamil biasanya ditandai dengan rasa haus. Namun apabila dehidrasi memburuk maka akan muncul gejala-gejala lain, seperti jantung berdegup kencang, pusing. tekanan darah rendah, lemas, pola gerak janin berubah, hingga mengantuk. Jika tidak segera diatasi, dehidrasi pada ibu hamil dapat menyebabkan berkurangnya cairan ketuban. cacat tabung saraf, cacat lahir, persalinan prematur, hingga memburuknya produksi ASI.

Sebenarnya tidak ada masalah serius apabila ibu hamil mengonsumsi minuman hangat maupun minuman dingin. Ibu hamil justru dianjurkan untuk memenuhi asupan cairan tubuh dengan minum 8-12 gelas perhari agar tidak mengalami dehidrasi. Namun, sebelum mengonsumsi minuman dingin, pastikan air maupun es batu bersih. Ada baiknya untuk memasak air terlebih dahulu agar membunuh kuman dan virus yang terkandung di dalamnya. Selanjutnya, simpan minuman di tempat yang bersih. Pastikan juga minuman tidak mengandung gula maupun zat kimia tambahan lainnya. Bagi sebagian ibu hamil yang mengalami akalasia (kondisi langka yang menyebabkan seseorang sulit menelan makanan dan minuman). Saat mengadung, sebaiknya menghindari minuman dingin, hal itu dapat memperburuk kondisi akalasia.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *