Lewat ke baris perkakas
PSBB Total Lebih Panjang

Anies Baswedan, menyebutkan PSBB total akan lebih panjang agar bisa menekan kasus covid-19 secara optimal. PSBB jilid 2 ini tidak mungkin bisa terselesaikan dalam 2 pekan. Jika dalam pelaksanaannya tak ada pelambatan laju pertambahan kasus baru corona.

Anies menjelaskan, PSBB menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 berlaku 14 hari. Namun kenyataannya wabah Covid-19 tidak dapat selesai selama dua pekan.

Jadi memang dalam kondisi dua pekan terakhir ini, kasus Covid-19 untuk wilayah DKI sudah mengkhawatirkan. Ini berbeda dengan situasi sebelumnya. Itu sebabnya kita berencana melakukan pengetatan selama dua minggu ke depan. Selama dua pekan itu, Anies berharap masyarakat berada dalam rumah dan mengurangi aktivitas ke luar untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Tapi juga saya ingin garis bawahi, jangan harap setelah dua minggu, PSBB ini akan selesai dan kembali seperti normal. Tidak, selama kasus corona masih terus meningkat, maka PSBB ini akan terus berlanjut,” tambah Anies. Kalau ternyata pendek, Alhamdulillah, tapi bila kita asumsikan pendek ternyata panjang maka kita akan keteteran,” tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

PSBB Total Untuk Menekan Kasus COVID-19 Wilayah DKI Jakarta

Anies belum bisa memastikan hingga kapan wabah Corona akan berlangsung. Karena seluruh dunia pun belum selesai menangani virus corona itu. Bahkan, kotak Wuhan Tiongkok masih menghadapi masalah yang sama, padahal telah berlangsung sekitar empat bulan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.383 orang terkonfirmasi sembuh dan 1.317 orang meninggal dunia.

Sampai kemarin Selasa (8/9), Jakarta memiliki kasus aktif atau pasien positif Covid-19 dan yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 11.030 orang. Kebijakan itu bisa menjadi simalakama untuk masyarakat DKI Jakarta.

Jika PSBB tak segera berjalan, para epidemiolog menilai penyebaran virus Covid-19 akan tak terkendal. Tapi jika kebijakan itu jalan, maka akan ada wabah baru yang tak kalah menakutkan, yakni pengangguran.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan 30% pekerja ibu kota bisa terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal itu jika PSBB Total terjadi dalam waktu yang lebih panjang dari pada PSBB pertama.

Karyawan yang paling rentan terhempas kebijakan itu adalah karwayan dengan status kontrak, yang mana kontraknya akan segera habis. Serta karyawan yang berusia 45 tahun keatas, karena memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat Covid-19.

Jumlah pengangguran dalam Indonesia terprediksi bisa meningkat menjadi 10,5 juta pada akhir tahun mendatang. Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) awal 2020 lalu posisi pengangguran Indonesia sudah berkisar 6,8 juta jiwa.

Baca juga: Saham Anjlok Sampai 300T Karena Jakarta PSBB Lagi Kata DPR

Comments

comments

By LMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *