Lewat ke baris perkakas
Seorang Ibu Tega Membunuh

Seorang Ibu berinisial LH (26 tahun) tega membunuh anaknya sendiri. Warga Desa Cipalabuh, Banten geger karena penemuan jenazah anak kecil bernama KS (8) yang terkubur dalam TPU Gunung Keneng dengan pakaian lengkap. Setelah mencoba melacak, rupanya anak yang masih kelas 1 Sekolah Dasar itu korban penganiayaan dari sang ibu yang berinisial LH (26).

Karena merasa kesal sang anak sulit menerima pembelajaran saat belajar online, akhirnya pelaku menganiaya putrinya sendiri.

Terlepas dari kebenaran pengakuan itu, namun kesabaran orangtua memang kerap mendapat ujian pada saat masa-masa proses belajar online. Psikolog Mario Manuhutu, M. Si, merasa yakin dari kejadian ini bukan hanya persoalan masalah anak yang susah belajar online. Saya merasa yakin ini karena efek stres pandemi atau bisa juga ada faktor lain yang menjadi latar belakang kekerasan tersebut.

Sehingga, dalam konteks perkara ini, Mario mengimbau agar para orangtua mengatasi stresnya terlebih dahulu. Sebelum turun tangan mengajar atau berinteraksi dengan anak. Jadi memang yang perlu penanganan stres dari orangtuanya dulu. Ketika orangtua sudah bisa menangangi stres dan tekanan, berarti sudah bisa mengajar anaknya. Selain itu, orangtua juga harus selalu mampu mengolah emosi sendiri, sebelum bisa mengolah emosi anak.

Kronologi Seorang Ibu Yang Tega Membunuh Anaknya

Pelaku ini memukul lebih dari 5 kali, mulai tanggal 26 Agustus pagi, sekitar pukul 09:00 WIB. Dari pengakuan pelaku (korban) lagi daring dengan sekolah. Akibat penganiyaan tersebut korban sempat tersungkur dan lemas, namun pelaku menganggap korban berpura-pura.

Penganiyaan berlanjut dengan mencubit bagian paha, memukul dengan tangan dan gagang sapu dari kayu.

Suami LH yang mengetahui penganiayaan sempat marah istrinya tersebut. Namun, keduanya lantas berinsiatif membawa KS yang dalam kondisi lemas ke luar. Saat mereka membawa KS keluar cari udara segar, anak ini merasa sesak napas. Mereka berharapa anaknya bisa kembali pulih, tapi saat dalam perjalanan, korban meninggal dunia.

LH dan IS yang panik lalu membawa jenazah putri kandung nya itu ke Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, untuk memakamkan putrinya. Mereka meminjam cangkul dari warga sekitar.

Kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan menguburkan korban. Kuburan neneknya korban ada dalam TPU yang sama sekitar Cijaku, alamatnya dari paman si ibu nya ini. Setelah menguburkan jenazah dalam wilayah Banten, mereka pulang dan pindah kontrakan.

Warga sekitar menemukan Jenazah korban pada Sabtu (12/9). Warga awalnya merasa curiga terhadap gundukan kuburan yang masih baru tersebut. Kemudian masyarakat bersama pihak kepolisian sekitar berinisiatif membongkarnya, dan mereka menemukan jenazah KS.

Pelaku Tertangkap Dalam Wilayah Jakarta

Tak perlu waktu lama, para pelaku berhasil tertangkap Minggu dini hari, 13 September 2020, Mereka saat itu berada dalam rumah kontrakan barunya dalam wilayah Jakarta. Kemudian pelaku menitipkan saudara kembar KS ke rumah saudaranya untuk sementara waktu.

Hasil autopsi, terdapat luka lebam pada kepala kanan & tulang tengkorak yang kami menduga kena hantaman benda tumpul.

Akibat dari perbuatannya, maka kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Atas perbuatannya LH terjerat Pasal 80 Ayat 3 UU No 35 Tahun 2104 Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002. Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP.

Hari begini masih ada yah seorang ibu yang tega membunuh dara dagingnya sendiri.

Baca juga: Jokowi Meminta Luhut Menekan Corona Pada 9 Provinsi Dalam 2 Pekan

Comments

comments

By LMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *