Lewat ke baris perkakas
Sering Mengkonsumsi Soda

Apakah kamu sering mengkonsumsi Soda? pop soda, minuman ringan, minuman berkarbonasi semuanya sama minuman dengan air berkarbonasi. Minuman itu banyak gula dan atau pengganti gula, jadi, pada dasarnya minuman rasa manis dengan banyak gelembung.

Bagi beberapa orang, ini lebih dari sekedar minuman itu gaya hidup. Lihat saja kampanye iklan dari banyak pembangkit tenaga listrik berkarbonasi. Coke memiliki  Share a Coke dan Sprite memiliki iklan menjadi segar.

Dan sementara iklan mungkin terdengar menyenangkan dan statistiknya tidak berbahaya, mereka sama sekali tidak. Minum soda setiap hari dapat merusak kesehatan. Berikut beberapa hal yang akan terjadi pada tubuh minum soda setiap hari.

Sering Mengkonsumsi Soda Ini Yang Akan Terjadi

Dapat menghambat proses belajar dan retensi memori

Mari kita mulai dari atas. Otak Jika kita mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan, hal itu berdampak negatif pada neuron otak, terutama yang digunakan untuk membuat ingatan. Faktanya, sebuah  penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience menemukan bahwa sejumlah besar gula tambahan dapat memperlambat produksi bahan kimia yang dikenal sebagai faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF). Dan ketika tubuh  tidak menghasilkan cukup BDNF, bahkan tugas kognitif paling sederhana seperti belajar dan pembentukan memori menjadi jauh lebih sulit.

Menyebabkan kerusakan pada gigi

Mari kita bicara tentang gigi. Saat soda masuk ke mulut, itu akan menyentuh gigi  kecuali  adalah tipe orang yang suka menghirup desis, dalam hal ini akan berdampak pada paru-paru  yang kemungkinan besar akan terbakar. Tetapi, jika kita seperti kebanyakan orang dan meminum minuman bergula dan bergelembung, sebagian besar cairan itu akan melewati daerah sekitar gigi.

Dan setiap kali itu terjadi, gula tersebut menempel pada bakteri yang sudah ada dalam mulut. Memungkinkan asam naik jika terjadi seiring waktu. Email akan melemah dan dapat menyebabkan plak yang dapat membusuk dan membuat gigi berlubang. Apalagi Asam dalam soda menurunkan tingkat pH dalam air liur, sekali lagi merangsang produksi dan bakteri yang selanjutnya mengikis gigi.

Paru-paru bisa menderita

Setelah minuman  berhasil melewati kerongkongan dengan aman, saat itulah pelayaran yang mulus berakhir. Sayangnya, para ilmuwan telah mengaitkan konsumsi soda dengan risiko komplikasi paru yang lebih tinggi seperti Chronic Obstructive Pulmonary Disorder (COPD) yang menghalangi aliran udara dan membuat sulit bernapas. Studi tahun 2012 juga menemukan kaitan dengan asma.

Risiko penyakit jantung  meningkat

Saat kita bergerak ke bawah tubuh, tampaknya semakin buruk. Sebuah studi Universitas Harvard menemukan bahwa mereka yang minum hanya satu kaleng 12 ons soda sehari secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung kronis (PJK). Lebih lanjut mereka yang minum soda dalam jumlah besar 20 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang minum sedikit soda.

Dapat mempengaruhi kemampuan reproduksi secara negatif

Studi pada pria dan wanita menemukan bahwa mengonsumsi gula dalam jumlah besar, termasuk soda dapat sangat memengaruhi reproduksi. Faktanya, sebuah penelitian yang meneliti 189 pria muda sehat pada University of Rochester. Menemukan bahwa mereka yang minum lebih banyak minuman yang manis dengan gula dan termasuk soda. Mengalami motilitas sperma yang lebih rendah.

Efek soda terhadap kesuburan tidak berhenti pada populasi pria. Menurut sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology menemukan bahwa minum satu atau lebih minuman manis setiap hari. Terkait dengan penurunan kesuburan, baik untuk pria maupun wanita. Secara khusus, wanita yang mengonsumsi setidaknya satu soda per hari memiliki kemungkinan hamil 25 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak minum soda.

Baca juga: Daftar Pantai Yang Wajib Kamu Mengunjunginya Sebelum Tua

Comments

comments

By LMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *